Immovesting – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon. Ia memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam merespons kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 2 April 2025. Fadli menilai bahwa langkah tersebut merupakan respons yang tepat dan menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia. Didalam memperkuat kedaulatan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Menurut Fadli Zon, strategi yang diusung Presiden Prabowo berfokus pada dua hal utama. Penguatan hubungan internasional dan percepatan hilirisasi sumber daya alam. Dalam menghadapi tekanan kebijakan proteksionis dari Amerika Serikat, Indonesia berusaha memperluas kemitraan dagang dengan berbagai negara dan kawasan. Fadli Zon menekankan pentingnya diversifikasi mitra dagang, terutama di tengah ketidakpastian global dan perang dagang yang semakin intens. Indonesia sudah menandatangani berbagai perjanjian perdagangan internasional. Seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang melibatkan negara-negara ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru. Selain itu, upaya aksesi ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Yang mencakup 64 persen perdagangan global, juga sedang dijalankan.
Selain itu, Fadli yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI. Aktif mendorong percepatan negosiasi kemitraan ekonomi dengan berbagai negara dan kawasan. Salah satu perjanjian penting yang terus diperjuangkan adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia. Fadli juga menyebutkan bahwa IEU-CEPA menjadi jembatan penting antara dua kawasan besar dengan lebih dari 600 juta penduduk, menjadikannya strategi penting untuk memperkuat perekonomian Indonesia di pasar global.
Baca Juga : Pentingnya Industri Retail dalam Perekonomian Modern
Strategi kedua yang diusung Presiden Prabowo adalah percepatan hilirisasi sumber daya alam. Fadli meyakini bahwa Indonesia, yang kaya akan sumber daya alam, harus mengurangi ekspor bahan mentah dan mulai fokus pada hilirisasi untuk menambah nilai, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kedaulatan industri. Salah satu langkah nyata dalam hal ini adalah pendirian Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang akan mengelola proyek hilirisasi di sektor-sektor utama seperti mineral, minyak dan gas, serta perikanan.
Strategi ketiga yang dianggap Fadli paling berdampak jangka panjang adalah peningkatan daya beli masyarakat melalui berbagai program sosial. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditargetkan dapat memberikan manfaat kepada 82 juta penerima pada akhir 2025, diharapkan dapat meningkatkan konsumsi domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor. Program ini juga berfungsi untuk memajukan budaya pangan lokal dan mendukung keberlanjutan ekonomi dalam negeri. Selain itu, Fadli juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan mendirikan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan mempercepat perputaran uang di daerah.
Terkait kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh AS, Fadli menyebutnya sebagai bentuk unilateralisme yang merugikan negara-negara berkembang dan berpotensi menyebabkan ketidakstabilan pasar global. Namun, ia optimis Indonesia dapat mengatasi dampak tersebut dengan menerapkan strategi yang sudah disusun dengan baik. Menurut Fadli, meskipun kebijakan ini membawa tantangan, Indonesia bisa mengubahnya menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Fadli juga menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama regional dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra dan memperjuangkan tatanan perdagangan yang lebih adil di forum internasional. Ia menyatakan bahwa solidaritas regional dan internasional sangat penting dalam menghadapi tantangan global dan menjaga kestabilan ekonomi dunia.
Sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih, Fadli menegaskan bahwa seluruh kementerian dan lembaga negara siap mendukung implementasi strategi ini secara terpadu, termasuk melalui diplomasi budaya, kerja sama ekonomi, dan promosi internasional yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia diharapkan dapat menghadapi tantangan global dengan lebih percaya diri dan memperkuat posisi ekonomi di kancah internasional.
Simak Juga : Menyikat Gigi: Kesalahan Umum yang Sering Diabaikan