Immovesting – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus menunjukkan kinerja positif di tahun 2024. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah pertumbuhan aset anak usaha BNI yang meningkat hingga 22%, mencapai Rp 178 triliun. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi BNI dalam memperkuat lini bisnisnya mulai membuahkan hasil.
Mari kita bahas lebih lanjut bagaimana pertumbuhan ini terjadi dan faktor-faktor yang mendukung pencapaian luar biasa tersebut.
Anak usaha BNI mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan pencapaian ini, total aset yang dikelola anak usaha BNI kini mencapai Rp 178 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi bisnis yang diterapkan oleh BNI memberikan dampak yang signifikan dalam memperkuat posisi keuangan perusahaan.
Pertumbuhan aset ini tidak hanya berasal dari peningkatan dana kelolaan, tetapi juga dari ekspansi kredit serta inovasi layanan keuangan yang semakin berkembang. Anak usaha BNI, termasuk BNI Multifinance dan hibank, memainkan peran penting dalam mencapai target ini.
Tidak hanya anak usaha yang mengalami pertumbuhan, BNI sebagai induk perusahaan juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 21,46 triliun pada tahun 2024. Angka ini mengalami kenaikan 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor utama, antara lain:
Meskipun Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI mengalami sedikit penurunan sebesar 0,6% menjadi Rp 805,51 triliun, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) BNI meningkat menjadi 96,1% dari sebelumnya 85,8%. Hal ini mencerminkan strategi agresif bank dalam meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.
“Baca Juga: Mengatasi Stres dalam Parenting: Menjaga Keseimbangan Emosional sebagai Orang Tua”
Salah satu anak usaha BNI yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah hibank, yang merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perbankan digital. Dengan kepemilikan saham sebesar 63,9% oleh BNI, hibank menjadi salah satu pilar utama dalam ekspansi bisnis perusahaan.
Pertumbuhan ini sejalan dengan visi BNI untuk meningkatkan layanan digital dan memperluas jangkauan perbankan kepada segmen nasabah yang lebih luas. Teknologi finansial dan transformasi digital menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan di sektor ini.
BNI tidak hanya fokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memiliki strategi jangka panjang untuk memperkuat fundamental bisnisnya. Beberapa langkah strategis yang diterapkan oleh BNI antara lain:
Dengan strategi ini, BNI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan organik, tetapi juga membuka peluang ekspansi yang lebih luas di industri keuangan.
Pertumbuhan aset anak usaha BNI yang mencapai Rp 178 triliun di tahun 2024 menunjukkan bahwa strategi ekspansi dan diversifikasi bisnis yang diterapkan telah memberikan hasil yang positif. Dengan pencapaian laba bersih sebesar Rp 21,46 triliun dan peningkatan kredit hingga Rp 775,87 triliun, BNI semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.
“Simak Juga: Alibaba Catat Kenaikan Saham Signifikan Usai Rilis Laporan Keuangan”